Feeds:
Posts
Comments

This is going to be a quick one. I just have to write this down before I forget. Oh, I forget a lot of things these days. I even forget who I am, sometimes.

.

And this morning when Kitreena was telling me again about the cheerleading team and how nasty of a quote sent to her by the girl she is co-captaining the team with… I just could not help but mentioning the poster that was shared with me yesterday.

.

Prettifying....

Kitreena and Edrick heard it and both went, “Oh my God! Mommm” and they could not stop giggling. Edrick giggled even longer. I knew he was imagining something else.

.

Edrick: Can you imagine all the make-up she would have to eat.

Mommy: It is gonna be a paint factory in there.

Edrick: Mom, what if the make-up went all mixed up in her tummy?

Mommy: Hahaha! Yeah, it would definitely be all smudgy inside.

Edrick: That is not gonna be pretty, Mom! Hahahaha.

Kitreena: Edrick! Hahahaa.

.

Monchies kept on giggling as they got off the car. And as I glanced at my Go-Bag that carries the Maybelline facial powder and a lipstick, I drove away all smiley this morning. Despite all the wonderful people who should just eat their make-up and try to be pretty on the inside… my life is pretty good, I must say.

.

.

Postlude:
Pardon me about the B word. I don’t use it on anyone, nor do I condone its use by my kids. But sometimes, the B word does make a deep impact. And of course, I love dogs. They bark.

.

.

U-Pimpin & I-Pimpin

Orang kita ni banyak sangat bercakap pasal pemimpin sebab itu yang disogokkan media. Kalau hal Najib ni terjadi zaman ayah beliau, kita kena tunggu suratkhabar esok baru tau kisah. Mana ada Facebook, Twitter dan suratkhabar online. Sekarang ni, belum lagi jadi apa-apa, satu dunia dah kecoh. Kita pun sudahnya jadi media, sebab wall kita lah yang paling banyak sekali liputan pasal Najib dan Tun M. Macam lah orang nak baca sangat pun. Orang kita mana rajin membaca?

.

Apa kata kita pimpin diri kita dulu. Najib nak kata dia darah pahlawan ke, dia nak sembunyi di Gua Niah ke, kita tengokkan saja. Kita bawa diri kita ke arah kebaikan. Kadang-kadang kebaikan itu datang dalam bentuk yang sangat mudah. That is… saying nothing. Tun nak sokong ke, tak nak sokong ke, nak berucap ke, nak mengucap ke, kita tengokkan saja. Kita bawa diri kita ke arah apa yang baik untuk KITA saja dulu.

.

Bila pemimpin dan bekas pemimpin sibuk bercakap, kita dengar kan saja. Tak perlu kita pun bercakap sama. Sampai waktu kita sendiri jadi pemimpin nanti… baru kita tau. Masa tu nanti kita buatlah keputusan sama ada nak bercakap ke, nak menyorok ke, nak mengkritik ke. Sehingga itu, kita tengokkan saja. Kita bawa diri kita ke arah kebaikan yang kita tahu. Untuk KITA.

.

Cakap banyak pun tak guna. Orang yang sibuk memimpin ke arah kebaikan tak ada masa nak bercakap banyak sepatutnya. With power comes great responsibility. Kita dok bercakap, letak post pongpang-pongpang, chong sana chong sini… mana power nya?

.

Baik tunjuk ‘power’ tolong bini kat dapur tumbuk sambal untuk makan tengahari dengan anak-anak sementara cuti umum dan cuti sekolah ni. KITA lah pemimpin mereka. Cakap lebih-lebih, Power Rangers pun dah penat gelakkan kita.

.

Tulis lah…

Selamat Hari Bapa, Guruku...

.

.

This Is All You

Ocean deep...

.

I have suspicions
that this is all you.

.

And just as you are,
striking to the core of the heart
with merciless sweetness.

.

I can no longer fault
the legions of men
who have been brought
to their knees by you.
With a voice such as this
yet harrowing haunting words,
you both sail ships
as well as sink them.

.

Thank you for this.
It is beautiful.
I am ever captive.

.

*This Is All You

.

 

.

.

Ketika Duka

.

Tahajjud Cinta

Kau datang ketika duka
Dan bintang bercahaya
Tunjukku ke jalan syurga

Ku haus di tengah laut
Lemas mencari tempat berpaut
Kirimkan aku kekuatan
Peta pedoman di kesesatan

Ku sunyi dalam gembira
Perit pedih tanggung derita
Sungguh aku bukan wali
Yang suci dari hina dan benci

.

.

Sprint Chicken

I would like to think that Kitreena is actually a long-distance runner like her Mom, not a sprinter that she would like to believe she is. And on Wednesday when she finished last in the sports practice at the stadium, I expected to pick up a sourpuss at school.

.

“I finished last for the 1000 meter run, Mom.”
“But you finished. That’s all that matters.”
“Yeah, but I thought I was fast enough to not finish last.”
“Maybe all you need is more practice and a bit of energy booster.”
“My Shamrock teacher didn’t even look at me because I finished last, Mom.”

.

There was a smile on her face and a little giggle when I thought she would be in tears. I was amazed at how un-sour her attitude was even though she said she was embarrassed beyond repair.

.

“Ah well, I’ll practise more after this. But Mom… I think I need a pair of Nike runners like Edrick’s.”

.

Now, that struck so fast from a non-sprinter, I. Did. Not. See. It. Coming.

.

.

Cukupan Azimat

Cukuplah dulu.
Kalau nak difikir tentang apa yang saya tak ada, uiii… banyak. Tapi bila difikir tentang apa yang saya dah ada, uiii… lagi banyak! Sebab itu tak sanggup nak merungut banyak-banyak sangat. Takut nanti kalau Tuhan tarik balik kesenangan, walaupun satu, akan terasa susahnya. Ibaratnya kalau Tuhan tarik keupayaan saya melihat, walaupun hanya sebelah mata… menangis bertahun juga saya rasa. Insaf.

.

Rumah… cukuplah dulu dengan apa yang ada. Bukan setakat ada, malah barangkali lebih baik daripada kebanyakan orang lain. Ada, mesra, selesa dan tiada bebanan hutang. Cukuplah dulu walaupun bila terdesak bukan boleh saya jual pun pintu atau daun tingkapnya di Ca$h ¢onverter. Dan bila ada masanya saya ralat dengan mutu binaan Mesra, saya redha di sini lah tempat saya dan anak-anak membina kenangan. Jauh dari bergelandangan. Syukur.

.

Kereta… cukuplah dulu dengan apa yang ada. Elok sifatnya, malah molek sikapnya. Tak banyak ragam walaupun banyak parutnya. Cukuplah dulu saya lenjan dan belasah yang itu buat mencari rezeki dan menghantar menjemput anak-anak ke sekolah, berteduh di jalan dari panas dan hujan. Malah anak-anak ada hati nak mengajak saya menjelajah ke Ulaanbaatar dengan hanya memandu ke sana. Sama gila anak-anak dengan Mommy nya. Tapi, itulah, syukur saya berkereta.

.

Saya… cukuplah dulu dengan apa yang ada. Pada diri. Walaupun masih banyak ilmu dan keredhaan yang saya cari, untunglah saya masih ada waktu, hidup dan bernafas hari ini. Nikmat yang Tuhan beri untuk saya; sihat, kuat, cergas walaupun saya mengaku ada masanya malas… saya bercukup-cukupan dengan apa yang ada. (Bukan berkucup-kucupan, okay.)

.

Cukuplah dulu.
Saya nak pergi meng-Google gambar-gambar Ulaanbaatar dan berangan-angan sejauh 6792.4km…

.

Ulaanbaatar: The Genghis Khan Statue

.

..

.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 70 other followers

%d bloggers like this: